Tahun Depan, Malut Diprediksi Defisit Beras 21 Ribu Ton

Ternate, Haliyora.com

Kebutuhan pangan di Maluku Utara sebagian besar disuplai dari luar Maluku Utara, seperti beras, sayur-mayur, bawang, tomat, rica (barito), telur serta daging ayam. Akibatnya Maluku Utara sering terjadi defisit pangan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara. M. Rizal Ismail kepada sejumlah wartawan di Muara Mall, Senin (13/07/2020).

Seperti beras misalnya, Kata Rizal, kebutuhan beras di Maluku Utara sebanyak 109 ribu ton per tahun, dan sebagian besar disuplai dari luar daerah Maluku Utara.

Demikian pula telur ayam. Rizal menyebut kebutuhan telur ayam per tahun sebanyak 4.400 ton per tahun, juga sebagian besar disuplai dari provinsi lain.

BACA JUGA  Gubernur Maluku Utara Ganti Pejabat Kadis Pertanian

Ia memprediksi tahun 2021 Maluku Utara bakal mengalami defisit (kekurangan) beras sebanyak 21 ribu ton. Hanya bawang, rica tomat (Barito), daging ayam, sayur-mayur mengalami surplus. Itupun baru kali ini dan sebagian besar disuplai dari luar pula.

Sedangkan untuk daging sapi, katanya cukup tersedia di Maluku Utara, bahkan dapat di kirim ke luar.

”Bawang, rica tomat (Barito), daging ayam, sayur-mayur, torang baru mengalami surplus kali ini. Itu juga pasokannya kebanyakan dari luar. Kalau daging sapi kita penuhi sendiri bahkan ekspor pun masih besar,”ungkap Rizal.

Kondisi itu, lanjut Rizal, menjadi catatan bagi Dinas Pertanian Maluku Utara sehingga membuat program ketahanan pangan di Maluku Utara.

BACA JUGA  Calon Jamaah Haji Usia 65 Tahun ke Atas Tidak Diberangkatkan Tahun Ini

Kata dia, mulai tahun depan (2021) Dinas Pertanian akan membuat Program Produksi Bahan Pangan melalui Gerakan Menanam demi kemandirian Pangan di Maluku Utara.

”Pak gubernur kan suda mencanangkan gerakan menanam. Gerakan menanam ini bukan hanya tanam padi, tetapi juga bahan lokal lainnnya seperti barito, sayur- mayur. Di samping itu, ada peternak ayam potong, ayam petelur. Itu semua mulai tahun kedepan kita akan kembangkan,”terang rizal.

Dengan program tersebut Rizal optimis Maluku Utara dapat mencapai kemandirian pangan. “Saya optimis Maluku Utara dapat mencapai kemadirian pangan, sehingga ketergantungan kita dari daerah lain pun teratasi, sebab defisit pangan kita termasuk masih kecil,”ujarnya optimis. (Riko)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah