Di Hadapan Mendagri, Bawaslu Malut Sampaikan Netralitas ASN

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah memutuskan 44 kasus pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten/Kota se-Maluku Utara yang melakukan pelanggaran sepanjang berlangsungnya tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin di hadapan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapan pilkada serentak dan pengarahan kepada Gugus Tugas Covid-19 Malut di Royal Resto Ternate, Kamis (9/7).

Muksin menyatakan, 44 kasus kasus tersebut diputuskan KASN setelah Bawaslu Malut menindaklanjuti rekomendasi penjatuhan sanksi kepada masing-masing ASN yang melanggar rambu-rambu dalam tahapan Pemilukada. Dengan 44 kasus tersebut kata Muksin, maka Malut berada di posisi pertama pelanggaran netralitas ASN secara nasional di Indonesia.

“Keterlibatan ASN yang telah di putus oleh KASN di Jakarta, untuk Malut sebanyak 44 perkara, dan jumlah ini menjadikan Malut tertinggi di seluruh Indonesia, ini perlu perhatian serius,” ungkap Muksin di depan Tito Karnavian.

Dengan tingginya angka pelanggaran netralitas ASN tersebut lanjut Muksin, pihaknya telah menyurat kepada Sekda Kabupaten dan kota se-Propinsi Malut untuk mendisiplinkan ASN agar tidak terlibat dalam Politik Praktis.

Usai mendengar laporan Ketua Bawaslu Malut tentang netralitas ASN dalam Pemilukada serentak 2020, Mendagri Muhammad Tito Karnavian menegaskan kepada seluruh kepala daerah di Malut untuk lebih serius dalam menjalakan agenda nasional tersebut. Dia juga berpesan kepada Kepala daerah yang daerahnya melaksanakan pemilukada harus lebih serius juga dalam mengkonsolidasi diri. “karena ini kan pertarungan dia,”imbuhnya.

lanjut Mendagri, Pemilukada 9 Desember 2020 tahun ini bisa dibilang paling bersejarah dan yang pertama kali terjadi di Indonesia, Karena Pemilukada kali ini diselenggarakan dalam situasi mewabahnya pandemi Covid-19. (Jae)

Pos terkait