Ternate, Haliyora.com
Pemerintah Kota Ternate sudah keteteran membiayai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Anggaran yang dialokasikan Pemkot untuk Gugus Tugas Covid-19 sebesar Rp 9.5 miliar sudah ludes terpakai.
Walikota Ternate, Burhan Abdurrahman sendiri mengatakan sejauh ini pemkot telah menggelontorkan dana sebesar Rp 18 miliar untuk membiayai kegiatan Gugus Tugas.
Pemkot juga kata Burhan, tengah membuat skema anggaran Covid baru sebesar Rp 36 miliar. Itupun dananya belum terkumpul.
Sementara kasus pasien terkonfirmasi positif di Kota Ternate setiap hari bertambah. Kini angkanya sudah tercatat 259 kasus positif per Senin (22/06/2020).
Di sisi lain, problem tempat karantina baru menghadang. Pasalnya, semua tempat karantina yang tersedia sudah penuh terisi. Puluhan pasien positif terpaksa dikarantina di rumah masing-masing.
Untuk itu, memanfaatkan kujungan kerja Wakil Gubernur Maluku Utara ke Kota Ternate, dalam rangkain agenda kegiatan Pemprov Malut untuk memonitoring dan mengevaluasi penanganan Covid-19 di semua kabupaten/kota, pada Selasa (23/06/2020), Walikota Ternate menyampaikan uneg-unegnya.
Ketika menyampaikan sambutan di depan Wagub, Walikota Ternate, Burhan Abdurrahman menjelaskan, Kota Ternate merupakan pintu masuk ke wilayah Provinsi Maluku Utara. Untuk itu, proteksi penyebaran virus Corona harus dimulai dari Kota Ternate. Olehnya, alat pemeriksaan swab (PCR) harus segera di adakan, sehingga memudahkan kita untuk mendeteksi penyebaran Covid.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Ternate berharap agar dana transfer dari pusat dapat disalurkan juga ke 10 Kabupaten/ kota, sehingga pemda masing-masing lebih leluasa memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19 di daerahnya.
“Sebab kadang-kadang program sudah kita susun tetapi dananya tidak cukup, makanya bantuan provinsi sangat diharapkan,”imbuhnya.
Burhan juga menyentil bantuan pemprov yang sangat minim ke kabupaten/kota.
Katanya, sampai saat ini pemkot Ternate belum mendapatkan bantuan dana dari Pemprov Malut. Padahal, sambung Burhan, dana yang di siapkan pemerintah provinsi untuk Covid-19 sebanyak 148 miliar.
Walikota mengaku, selama ini Pemprov Malut baru dua kali membantu Gugus Tugas Kota Ternate, berupa alat rapid test serta 300 paket bantuan sembako beberapa bulan lalu. “Hanya itu saja bantuan Pemprov selama ini,”ungkap Burhan.
Di akhir sambutannya, Walikota meminta kepada wagub untuk menyampaikan permintanan dan harapan Pemkot Ternate kepada Gubernur, KH. Abdul Gani Kasuba agar membantu Pemkot dalam menangani Covid-19 di Ternate.
Sementara, Wakil Gubernur Maluku Utara, Al Yasin Ali berjanji akan menyampaikan permintaan Walikota Ternate kepada tim Gugus Tugas Covid-19 Maluku Utara.
“Iya, nanti saya sampaikan kepada Tim Gugus Provinsi, karena dengan anggaran yang begitu besar mereka seharusnya membantu 10 kabupaten/ kota, terutama Kota Ternate, karena Ternate ini sebagai pintu masuk, dan angka pasien terkonfirmasi positif terbanyak di Malut.,”janji Wagub. (Sam)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!