Pilwako Ternate, Ini yang Digunakan Petugas KPU Saat Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

  • Whatsapp

Ternate, Haliyora.com

Pelaksanaan Pilkada serentak yang diselenggarakan di masa pandemi covid-19 berkonsekuensi pada dilakukannya restrukturisasi anggaran.

Bacaan Lainnya

Olehnya itu KPU Kota Ternate saat ini telah berkonsultasi dengan Pemerintah Kota Ternate untuk kembali mereviu Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NHPD) sesuai arahan dari Kementrian Dalam Negeri, dimana dalam restrukturisasi anggaran dilakukan dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan, ini disampaikan Ketua KPU Kota Ternate Zein Karim kepada Haliyora.Com, Kamis (11/6).

Zein menjelaskan, setelah dilakukan penyesuaian maka jumlah TPS di Kota Ternate yang sebelumnya 315 TPS dengan ratio per TPS 800 pemilih bertambah 106 TPS, sehingga totalnya 421 TPS dengan ratio 500 pemilih per TPS.

Dengan demikian lanjut zein, berkonsekuansi pada penambahan anggaran sebesar Rp 300 juta.

“setelah kita estimasi untuk penyesuaian ada kekurangan Rp 300 juta, kekurangan ini kita sudah konsultasikan ke Pemkot Ternate dan sudah disanggupi kekurangan tersebut,”kata Zein.

Ia juga menambahkan untuk tahapan selanjutnya, KPU Ternate masih menunggu PKPU tentang program, jadwal dan tahapan dari KPU RI, “dalam draf PKPU tentang jadwal dan tahapan itu tanggal 15 Juni kelanjutan pilkada 2020, olehnya kami masih menunggu keluarnya PKPU tersebut,”ungkapnya

Terkait penerapan protokol kesehatan, katanya lagi, KPU Kota Ternate telah berkonsultasi dengan Pemkot untuk merestrukturisasi anggaran yang ada, sehingga dalam anggaran tersebut ada juga pengadaan alat pelindung diri dan kebutuhan kesehatan dalam pelaksanaan setiap tahapan.

Selanjutnya, PKPU tentang verifikasi faktual calon perseorangan juga masih dalam draf,”yang jelas setiap petugas yang melaksanakan verifikasi faktual nanti dilengkapi dengan alat pelindung diri, seperti memakai masker,sarung tangan,anti septik, pembersih tangan dan kebutuhan lainnya,”tutup Zein.(ecal)

Pos terkait