Minggu Terakhir Ramadhan, Harga Nenas Melonjak

  • Whatsapp
Salah Satu Pedagang Nanas di Kota Ternate (foto: Riko/Haliyora.com)

Ternate, Haliyora.com

Harga nenas di pasar buah terpantau mulai naik. Kenaikan tersebut dipicu oleh berkurangnya stok. Sementara kebutuhan buah nenas jelang Hari Raya Idul Fitri meningkat.

Bacaan Lainnya

Buah nenas memang sangat dibutuhkan sebagai salah satu bahan campuran kue. Dan disaat menjelang lebaran begini, ibu-ibu pasti mencari buah nenas untuk diolah menjadi bahan pembuatan kue lebaran.

Tak heran, kalau harganya mulai mahal. Lagi pula beberapa pedagang buah mengatakan stoknya mulai berkurang. Ditambah lagi dengan kondisi pandemi Covid-19.

“Buah nenas sekarang so susah cari, stoknya berkurang. Yang ada ini pun sebagian stok lama. Makanya tong kasenae harga. Karena kalaupun ada yang bawa harganya juga sudah naik, tara sama deng kemarin-kemarin. Sekarang tong jual satu buah Rp15.000, malah ada yang 20 ribu, kalau sadiki basar. Kalau stoknya banyak seperti kemarin-kemarin, tong jual satu buah Rp 8.000-10.000,” ungkap Narto, penjual buah di depan Pasar Higienis, tanpa menyebut berapa harga yang ia beli dari penyuplai.

Itu harga per buah. Lain pula harganya kalau buah nenas sudah diolah menjadi seley, bahan kue setengah jadi.

“kalau so dimasak (diolah) jadi seley, harganya so laeng. Satu tampa plasstik ukurang sedang (kira-kira ½ kg) harganya Rp 40.000,”jelas Narto kepada Haliyora.com, Senin (18/05/2020).

Narto menambahkan, biasanya buah nenas yang tidak sempat terjual ia olah untuk jadikan selei. Tapi, katanya ibu-ibu lebih sering mencari buah nenas yang belum diolah, kecuali penjual kue dadakan untuk berbuka puasa.

“Ibu-ibu lebih suka beli buah nenas, bukan seleynya untuk membuat kuae lebaran,”ungkap Narto mengakhiri. (Riko)

Pos terkait