Cair Rp 700 Juta, Keluarga Pasien Covid-19 Belum Terima Bantuan dari Pemprov Malut

  • Whatsapp
Ilustrasi Pemberian Bantuan Kepada Keluarga Pasien Covid-19 (foto: Istimewa/Google.com)

Ternate, Haliyora.com

Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Provinsi Maluku Utara, Bambang Hermawan mengatakan Pemprov Malut bakal menyediakan bantuan sembako untuk keluarga pasien yang dikarantina dan diisolasi di seluruh Maluku Utara.

Bacaan Lainnya

Bambang juga mengatakan telah mencairkan dana sebesat Rp 700 juta yang nantinya dibelanjakan bahan-bahan kebutuhan pokok (Sembako) untuk dibagikan kepada keluarga pasien Covid-19 yang menjalani karantina dan isolasi.

Meski begitu, dalam penelusuran Haliyora.com di beberapa keluarga pasien yang dikarantina mengatakan sampai sekarang belum menerima bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Salah Satu Rumah Pasien Covid-19 di Kota Baru (foto: Riko/Haliyora.com)

Seperti pengakuan suami salah satu pasien positif beralamat Kota Baru itu menceritakan, sejak istrinya dikarantina, dia sendiri tidak dibolehkan keluar rumah oleh Gugus Tugas. Padahal waktu dirapid tes dirinya non reaktif.

“Sejak istri saya dikarantina, saya juga tara bisa kaluar rumah, sehingga tara bisa cari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari jadi tarada penghasilan. Alhamdulillah ada bantuan dari Pemerintah Kota dan Kelurahan Kota Baru. Tapi sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah Provinsi,” ungkap Samsudin kepada Haliyora.com, Kamis (14/05/2020).

Kata Samsudin, untuk makan hari-hari ia dan kelurganya hanya bertahan dengan bantuan-bantuan yang ada. “Untuk makan hari-hari kami hanya bertahan dengan bantuan sembako ini yang diberikan Pemerintah Kota (Ternate),” ujarnya.

Salah Satu Rumah Pasien Covid-19 di Kalumpang (foto: Riko/Haliyora.com)

Hal yang sama diungkapkan E (23), cucu dari salah satu pasien Covid-19 yang dikarantina Gustu Kota ternate. E yang meminta namanya disamarkan itu mengaku hanya mendapat bantuan dari Pemkot Ternate dan Kelurahan Kalumpang. “Kalau untuk bantuan sembako dari pemerintah provinsi kami belum dapat,” kata E kepada Haliyora.com di rumahnya.

Dia bersama dua kakaknya berupaya membiayai kebutuhan sehari-hari. Empat kakaknya lainnya yakni, satu dokter yang bertugas di Bacan, dua kakaknya yang lain kerja bengkel di Subaim, Haltim dan dua lain setiap hari berjualan alat-alat kecantikan di Pasar Higienis Ternate. (Riko)

Pos terkait