Diminta Fokus Tangani Covid-19, Pengamat: “Hentikan Proyek Multiyears”

  • Whatsapp

Ternate Haliyora.com

Hingga saat ini, tiada yang bisa memprediksi pandemi covid-19 akan berakhir. Sementara dampak yang ditimbulkan cukup besar terutama sektor ekonomi kecil dan kehidupan masyarakat yang selama ini beraktivitas ekonomi harian. Belum lagi daya beli masyarakat terjun bebas di hampir semua lapisan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kota Ternate sebagai pusat perekonomian di Maluku Utara yang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa bisa dibilang yang paling terpuruk. Karena sektor perdagangan dan jasa paling banyak terdampak wabah virus berbahaya ini. Naiknya pengangguran dan munculnya orang miskin baru akibat covid-19 adalah konsekuensi logis dari terpuruknya sektor ekonomi perkotaan.

Setidaknya itu yang dikemukan pengaman ekonomi dan sosial, Hasby Yusuf. Pada Haliyora.com, mantan akademisi yang kini menjadi politisi itu secara khusus menyoroti kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate dalam hal penganganan covid-19.

“Karena itu menurut saya, Pemkot Ternate harus fokus dan serius mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19. Secara ekonomi, kita harus memilih, mau melanjutkan proyek fisik terutama multiyears yang menelan biaya ratusan miliar atau penyelamatan nyawa dan kehidupan rakyat. Tentu saja pilihannya adalah selamatkan kehidupan rakyat,” ujarnya, Jumat (08/05/2020) malam.


Kebutuhan listrik dan air serta biaya pendidikan dan kesehatan warga harus menjadi fokus Pemerintah Kota dalam alokasi anggaran APBD dalam penanganan covid-19.


Karena itu, Hasby meminta Pemkot Ternate mengalihkan semua kegiatan fisik dan non fisik yang belum urgen ke upaya bersama penanganan covid-19. 

“Sejak awal saya meminta Pemkot dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak hanya bagi bagi sembako saja tetapi juga fokus pada bantuan pendidikan anak-anak kita yang orang tuanya tak mampu biaya sekolah dan kuliah anak mereka akibat covid-19,” tuturnya.

Terhadap pemerintah utamanya Kota Ternate, Hasby punya harapan dapat mengambil kebijakan populis dengan menggratiskan listrik dan air selama tiga bulan kedepan khususnya pada rumah tangga miskin dan terdampak Covid-19.

“Bagaimana mereka bisa bayar lampu dan air jika mereka tak punya pendapatan. Kebutuhan listrik dan air serta biaya pendidikan dan kesehatan warga harus menjadi fokus Pemerintah Kota dalam alokasi anggaran APBD dalam penanganan covid-19. Ini semua untuk merespon turunnya daya beli masyarakat akibat dari terhentinya aktivitas ekonomi,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait