Bawaslu Siap Periksa Caleg Pengawas PDAM

Anggota Bawaslu Halsel, Asman Jamel. (Foto: Istimewa)

Labuha, Haliyora.com

Pelantikan salah satu anggota Badan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (BP PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) atas nama Adi Hi Adam yang merupakan seorang calon legislatif salah satu partai politik, jadi perhatian Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupaten setempat.

Bacaan Lainnya

“Yang bersangkutan (Adi Hi Adam), akan kami panggil untuk diperiksa dan dimintai klarifikasi terkait pelantikannya selaku pengurus BP PDAM. Diagendakan Senin (19/11/2018) nanti,” kata Anggota Bawaslu Kabupaten Halsel, Asman Jamil saat dihubungi Haliyora.com, Jumat (16/11/2018) malam via telepon seluler.

Dikatakan Asman, meski baru mengetahui kabar pelantikan tersebut melalui media massa, Bawaslu langsung meresponnya dengan akan memanggil yang bersangkutan serta pihak-pihak terkait dan akan mengkaji adanya unsur pelanggaran atau tidak dalam pencalonannya.

Ketika disinggung terkait sanksi yang akan dijatuhkan jika terbukti melanggar ketentuan sebagai seorang caleg yang dilarang menjadi pengurus BUMN atau BUMD termasuk didiskualifikasi dari pencalonan legislatif, Asman menapik untuk menjawabnya. “Nanti dilihat hasil kajiannya. Termasuk keterangan yang bersangkutan saat diklarifikasi nanti,” ucap Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan itu.

[artikel number=4, tag=”halsel” ]

Lain pula tanggapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halsel. Nasir Halik, salah satu anggota saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu adanya oknum Caleg yang dilantik Bupati Halsel sebagai BP PDAM. Nasir mengatakan bahwa dirinya baru tahu soal dilantiknya salah satu Caleg sebagai BP PDAM saat dikonfirmasi wartawan. “Saya tidak tahu. Ini saya baru tahu dari ngana (kamu,red),” ucap Nasir tanpa mau berkomentar lagi atas hal itu.

Sebelumnya, pasca dilantik sebagai anggota BP PDAM Halsel, Adi Hi Adam mengaku dirinya sudah mengundurkan diri dari jabatan yang belum berumur sehari itu. Adi menjelaskan bahwa dirinya sudah menjadi BP PDAM Halsel sejak tiga tahun sebelumnya namun baru dilantik pada 15 November 2018.

“Saya jadi pengawas (PDAM) jauh sebelum jadi Caleg dan belum ada pelantikannya. Jadi saya hanya ikut pelantikan saja,” ungkapnya saat ditemui di Warkop Basigaro beberapa jam usai pelantikan.

Meski Adi tidak menunjukkan surat pengunduran dirinya dari BP PDAM Halsel, dia meyakinkan kebenaran pengunduran dirinya kepada wartawan dengan mengatakan bahwa dirinya lebih fokus Pencalegkannya pada Pileg 2019 nanti. “Selesai lantik saya (sudah) mundur. Kase biar orang lain yang jadi sudah karena saya mau urus dan fokus yang lain (Pileg),” terangnya. (fir/van)

Pos terkait