Jika keterlambatan terus berlanjut, proyek-proyek ini berpotensi dikerjakan terburu-buru pada akhir tahun anggaran, situasi yang kerap memicu rendahnya kualitas pekerjaan dan minimnya pengawasan.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena proyek yang dijanjikan sejak awal tahun belum juga dimulai. Padahal, akses jalan di beberapa wilayah masih rusak dan sulit dilalui, terutama saat cuaca buruk.
“Kalau sampai pertengahan tahun belum jalan, masyarakat tentu bertanya-tanya ada apa sebenarnya,” ujar seorang warga Bobong.
Keterlambatan pekerjaan fisik juga dikhawatirkan berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat. Sebab, proyek infrastruktur daerah selama ini menjadi salah satu sumber aktivitas ekonomi warga, mulai dari tenaga kerja hingga distribusi material lokal.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas PUPR Pulau Taliabu terkait penyebab belum dimulainya tujuh proyek strategis tersebut. (RHM/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!