Sopir Truk di Morotai Ancam Aksi Besar Jika Harga Dexlite Tak Turun

Daruba, Maluku Utara – Puluhan sopir dump truk yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Pulau Morotai menggelar aksi damai di pusat Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Senin (11/5/2026).

Aksi dilakukan dengan konvoi kendaraan di sejumlah ruas jalan utama kota. Para sopir memprotes tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite serta kelangkaan solar subsidi yang disebut telah berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Usai konvoi, massa melanjutkan aksi dengan menggelar hearing bersama DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menekan biaya operasional angkutan umum yang terus meningkat akibat kenaikan harga BBM.

Ketua DPC Organda Pulau Morotai, Arsil Nyong, mengatakan harga Dexlite saat ini mencapai Rp 26.700 per liter, naik signifikan dibanding sebelumnya sekitar Rp 14.500 per liter.

BACA JUGA  Gunakan APBD, Pemprov Malut Uji Coba Program Makan Siang Gratis

Menurut dia, lonjakan harga tersebut membuat para sopir angkutan umum kesulitan memperoleh keuntungan karena pendapatan tidak sebanding dengan biaya operasional kendaraan.

“Kami meminta adanya penyatuan harga BBM. Kalau harga tetap Rp 26.700 per liter, maka sopir hanya merugi,” kata Arsil kepada wartawan, Senin.

Selain mempersoalkan harga Dexlite, Organda juga mendesak pemerintah daerah dan DPRD agar memfasilitasi penyampaian rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait kuota solar subsidi di Pulau Morotai.

BACA JUGA  Tanggapi Demo Mafia BBM, Ini Kata Kadis Perindag Halut ke Mahasiswa dan Sopir Angkot

Arsil menyebut solar subsidi sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas kendaraan angkutan umum yang setiap hari melayani masyarakat.

Ia juga menyampaikan ultimatum kepada pemerintah daerah dan DPRD. Jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti dalam tujuh hari, Organda mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar melibatkan pengurus tingkat kabupaten hingga provinsi.

“Aksi berikut akan lebih besar jika tuntutan kami tidak diakomodir dalam tujuh hari,” ujar dia.

Organda berharap distribusi solar subsidi di Pulau Morotai dapat segera dipulihkan setelah mengalami kelangkaan selama tiga tahun terakhir.

Selain itu, mereka meminta pemerintah daerah memberikan subsidi untuk BBM Dexlite apabila harga tetap tinggi agar layanan transportasi masyarakat tidak terganggu. (RF/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah