Anggaran Puluhan Juta Raib, Bendahara Desa di Morotai ‘Ngaku’ Dibegal Usai Mabuk

YK kemudian mengaku menjadi korban pembegalan saat dalam perjalanan dari Daruba menuju Desa Tiley Pantai. Ia menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIT, di antara Desa Aru dan Dusun Kaka, saat berhenti di pinggir jalan.

“Pengakuannya, dia dihadang orang tak dikenal saat berhenti di jalan. Tapi penjelasan itu diragukan karena kondisinya saat itu diduga masih dalam pengaruh minuman keras,” kata Toni.

BACA JUGA  Dibawa Kabur Pria Gangguan Jiwa, Mobil Box Alfamidi Tabrak Trotoar di Ternate

Pihak pemerintah desa bersama kepala desa sempat mendatangi YK di puskesmas untuk meminta klarifikasi. Namun, keterangan yang diberikan dinilai belum menjelaskan secara rinci kronologi hilangnya dana tersebut.

Toni mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat sebelumnya, dana BLT sebesar Rp 54 juta sebenarnya telah dicairkan sejak Oktober 2025. Namun hingga April 2026, dana tersebut belum disalurkan kepada 15 warga penerima manfaat.

BACA JUGA  Tenaga Honorer yang Dipecat Pemda Pulau Morotai Berharap Lulus Tes PPPK 2024

Selain itu, anggaran pembangunan fisik berupa talud sebesar Rp 36 juta dan renovasi pustu Rp 50 juta juga belum direalisasikan. “Dari temuan Inspektorat, dana BLT sudah dicairkan sejak tahun lalu, tapi masyarakat belum menerima. Kegiatan fisik juga belum berjalan,” ujarnya. (RF/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah