Abdul Aziz juga mengingatkan bahwa DPRD bukan sekadar lembaga politik, melainkan institusi yang memikul mandat konstitusional untuk mengawal jalannya pemerintahan daerah. Karena itu, dugaan penyimpangan di dalamnya berpotensi merusak kepercayaan publik secara luas.
Ia pun mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proses hukum yang berjalan serta mendukung munculnya lebih banyak figur yang berani membuka dugaan penyimpangan di institusinya sendiri.
“Kita membutuhkan lebih banyak sosok seperti Nurjaya, yang berani membunyikan lonceng pengingat bagi aparat hukum, aktivis, dan seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama mengawal kasus ini,” katanya.
Di sisi lain, Abdul Aziz turut menyoroti insiden internal DPRD yang melibatkan anggota Fraksi NasDem, Nurlaela Syarif, yang disebut mengusir sesama anggota dalam forum paripurna. Ia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan etika politik yang sehat.
“Sikap seperti itu tidak patut ditiru anggota DPRD lain, sebab justru merendahkan martabat lembaga di mata publik,” ujarnya.
Ia bahkan mengutip pandangan humor kritis mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk menggambarkan situasi tersebut. “Perilaku oknum seperti ini seperti anak-anak (TK). Memang forum DPRD ini forum anak-anak,” katanya sambil menutup pernyataan. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!