Sejalan dengan itu, ia berharap peresmian RSUD Sanana dapat dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. “Saya juga meminta agar rumah sakit ini dapat diresmikan langsung oleh Bapak Presiden RI, H. Prabowo Subianto,” katanya.
Dalam retret tersebut, Presiden Prabowo Subianto hadir secara langsung dan memberikan arahan kepada para peserta. Ahkam menyebut kehadiran Presiden menunjukkan pentingnya forum tersebut dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Setelah saya mengetahui bahwa di sini adalah seluruh Ketua DPRD dari seluruh Indonesia, saya anggap penting dan tepat kalau saya hadir langsung di sini,” ujar Presiden, seperti dikutip Ahkam.

Lebih lanjut, Ahkam mengungkapkan bahwa Presiden menyampaikan materi selama kurang lebih empat jam, dengan pendekatan yang dialogis dan reflektif.
Presiden menekankan bahwa keberagaman latar belakang, baik daerah, suku, pendidikan, maupun profesi, tidak boleh mengurangi komitmen untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Hari ini saya ingin bicara sebagai anak bangsa, sama dengan saudara-saudara sekalian. Kita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda,” ujar Presiden.
Selain itu, Presiden juga menggarisbawahi pentingnya semangat patriotisme dan kecintaan terhadap tanah air sebagai landasan utama dalam menjalankan peran sebagai pemimpin daerah.
Bagi Ahkam, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tanggung jawab kepemimpinan tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap kebijakan yang diambil di daerah.
Ia berharap hasil dari retret ini dapat diimplementasikan secara konkret di Kabupaten Kepulauan Sula, terutama dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor kesehatan. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!