Di Hadapan Menteri ESDM, Gubernur Maluku Utara Soroti Ketimpangan Ekonomi di Tengah Pertumbuhan 34 Persen

Menurut dia, pengurangan anggaran tersebut berdampak langsung terhadap pelaksanaan program pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.

“Oleh karena itu, kami berharap pada 2027 nanti, DBH tidak lagi dipotong,” katanya.

Di hadapan Bahlil, Sherly juga mengangkat potensi pengurangan tenaga kerja di kawasan industri. Ia mengingatkan bahwa tanpa kebijakan yang tepat, pertumbuhan industri tidak akan berkelanjutan dan justru berisiko menimbulkan masalah sosial baru.

BACA JUGA  Pemprov Malut Gerak Cepat, Wagub Sidak Titik Distribusi: Sembako dan BBM Aman Sampai Idul Fitri

Sebagai solusi, ia mendorong penguatan kebijakan hilirisasi industri, khususnya pada komoditas unggulan seperti feronikel. Sherly mengusulkan agar pemerintah mewajibkan pengembangan industri turunan, termasuk pembangunan pabrik stainless steel di Maluku Utara.

“Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi sebagai mitra strategis agar Maluku Utara bisa sejahtera dalam arti yang sesungguhnya,” tandasnya. (RS/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah