Sofifi, Maluku Utara – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat merespons kerusakan bangunan akibat gempa yang melanda Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera turun langsung ke lapangan guna memeriksa kondisi struktur bangunan, terutama gereja yang mengalami kerusakan cukup parah.
Instruksi tersebut disampaikan saat Sherly meninjau langsung lokasi terdampak bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Dalam kunjungan itu, keduanya melihat dari dekat kondisi rumah warga serta fasilitas umum yang terdampak gempa.
Sherly menegaskan bahwa pemeriksaan teknis sangat penting dilakukan untuk memastikan keamanan warga, khususnya jemaat yang biasa beraktivitas di gereja tersebut.
“Kasi tahu jemaat, jangan masuk dulu. Takutnya konstruksi tiba-tiba jatuh,” ujar Sherly, mengingatkan warga di lokasi.
Ia juga meminta agar Dinas PUPR berkoordinasi dengan pihak gereja, termasuk pendeta setempat, guna menentukan langkah penanganan yang tepat. Jika bangunan dinilai berisiko tinggi, pembongkaran disebut menjadi opsi yang harus segera dilakukan demi keselamatan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, memastikan pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi terdampak.
“Kami mendapat arahan langsung dari Ibu Gubernur untuk memeriksa struktur bangunan yang rusak karena berpotensi membahayakan warga,” kata Risman, Sabtu (11/4/2026).
Di tengah situasi sulit pasca gempa, kehadiran langsung gubernur dan wakil gubernur di lokasi pengungsian disambut hangat oleh masyarakat. Selain membawa bantuan, kunjungan tersebut juga memberi semangat bagi warga untuk bangkit.
Bagi warga Batang Dua, perhatian pemerintah menjadi harapan bahwa pemulihan akan segera berjalan, dan rasa aman dapat kembali dirasakan di tengah ancaman bangunan yang masih rapuh. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!