Ternate, Maluku Utara – Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan capaian yang masih jauh dari target. Hingga akhir Maret, realisasi PAD baru mencapai Rp31,393 miliar atau setara 19,65 persen dari total target tahunan sebesar Rp 159,694 miliar.
Capaian tersebut menjadi sorotan serius Pemerintah Kota Ternate. Pelaksana tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate, Amiruddin Abd Hamid, menegaskan bahwa angka tersebut belum ideal dan memerlukan langkah percepatan pada triwulan berikutnya.
“Realisasi PAD triwulan I 2026 baru sebesar Rp 31,393 miliar atau 19,65 persen dari target Rp159,694 miliar,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Dari seluruh komponen PAD, sektor pajak daerah kembali menjadi penyumbang terbesar. Hingga triwulan I, realisasi pajak mencapai Rp 25,695 miliar atau 25,18 persen dari target Rp 102,028 miliar.
Angka ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap pajak masih sangat dominan dalam struktur pendapatan daerah. Meski demikian, pemerintah menilai capaian tersebut tetap perlu ditingkatkan agar sejalan dengan target tahunan.
Sementara itu, kontribusi dari retribusi daerah masih tergolong rendah. Realisasi hingga Maret baru mencapai Rp 5,333 miliar atau 13,24 persen dari target Rp 40,259 miliar.
Rendahnya capaian ini mengindikasikan belum optimalnya pemungutan retribusi di berbagai sektor layanan publik, yang seharusnya bisa menjadi sumber pendapatan stabil bagi daerah.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!