Pemprov Maluku Utara Perkuat Hilirisasi Pertanian, Dorong Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani

Sofifi, Maluku Utara – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) terus mematangkan arah pembangunan sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Upaya ini difokuskan pada penguatan hilirisasi dan modernisasi guna meningkatkan nilai tambah serta kesejahteraan petani.

Berdasarkan data pembangunan daerah, sektor pertanian berkontribusi sekitar 9,5 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dengan subsektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar mencapai 4 persen. Selain sebagai penggerak ekonomi, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama di wilayah pedesaan dan kepulauan.

Namun demikian, kontribusi tersebut dinilai belum sepenuhnya berdampak optimal terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Hal ini disampaikan Sekprov Maluku Utara Samsuddin A. Kadir, dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perencanaan Pembangunan Pertanian Provinsi Maluku Utara yang digelar di Muara Hotel, Ternate, Rabu (8/4/2026).

BACA JUGA  Rumah Dinas Gubernur di Sofifi Terancam Tak Bisa Ditempati Usai Dilantik

“Kontribusi sektor pertanian memang signifikan, tetapi kita harus jujur bahwa nilai tambah yang dirasakan masyarakat, khususnya petani, masih belum optimal,” ujarnya.

Menurut Sekprov, salah satu penyebab utama adalah masih dominannya pemasaran komoditas dalam bentuk bahan mentah tanpa melalui proses pengolahan. Kondisi ini membuat rantai nilai ekonomi belum dinikmati secara maksimal di daerah, sekaligus melemahkan posisi tawar petani di pasar.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong pendekatan hilirisasi sebagai strategi utama. Melalui hilirisasi, komoditas pertanian diharapkan dapat diolah lebih lanjut sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Di sisi lain, modernisasi pertanian juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi.

Mengangkat tema hilirisasi dan modernisasi pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, Rakortek tersebut dinilai strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan sektor pertanian ke depan.

BACA JUGA  Pemprov Maluku Utara Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa M 7,6 di Batang Dua Ternate

Selain itu, forum Rakortek juga menjadi ruang koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan. Melalui forum ini, berbagai persoalan di lapangan dapat diidentifikasi secara lebih komprehensif dan dicarikan solusi yang tepat.

“Rakortek ini menjadi momentum penting untuk menyusun langkah-langkah strategis yang konkret dan terukur, sehingga pembangunan pertanian benar-benar berdampak bagi masyarakat,” kata Samsuddin.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Anwar Husen serta para kepala dinas pertanian dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.

Dengan penguatan perencanaan yang terintegrasi, pemerintah daerah berharap sektor pertanian tidak hanya menjadi penopang ekonomi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak utama peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah