Bagi warga, rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga ruang aman untuk memulai kembali kehidupan setelah konflik. Karena itu, pemerintah berupaya agar bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan, termasuk mempertimbangkan luas rumah awal milik warga.
Meski demikian, kepastian anggaran masih dalam tahap perhitungan. Hal ini disebabkan variasi tingkat kerusakan yang membutuhkan penanganan berbeda-beda.
Sementara itu, untuk rumah dengan kerusakan berat, penanganannya akan dialihkan ke pemerintah daerah setempat, termasuk kemungkinan pembangunan kembali hunian baru bagi warga terdampak.
Di tengah upaya pemulihan ini, masyarakat Sibenpopo kini menanti realisasi bantuan. Bagi mereka, perbaikan rumah menjadi langkah awal untuk kembali menata kehidupan setelah konflik yang meninggalkan trauma dan kerugian.
Pemerintah berharap proses rehabilitasi dapat segera berjalan, sehingga warga dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman di rumah mereka sendiri. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!