Muswar mengaku kesulitan menghubungi IM. Upaya mendatangi kantor Disperkim pun belum membuahkan hasil. “Sudah beberapa kali kami datangi, tapi selalu ada alasan. Pernah berjanji melunasi sebelum puasa, tapi tidak terealisasi,” katanya.
Saat dikonfirmasi di kediamannya di Desa Gotalamo, IM mengakui belum mampu melunasi utang tersebut. Ia menyebut kendala keuangan yang dihadapinya berkaitan dengan kondisi internal di kantor.
IM juga menyinggung adanya temuan Kejaksaan terkait anggaran sanitasi di instansinya, yang menurutnya turut menjadi beban.
Pihak keluarga Sarbanun meminta pimpinan Disperkim mengambil langkah tegas, termasuk mempertimbangkan pemotongan gaji untuk penyelesaian utang.
Mereka menegaskan akan menempuh jalur hukum apabila tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!