Dorongan publik kini mengarah pada tuntutan yang lebih konkret: kehadiran regulasi yang tidak hanya bersifat imbauan, tetapi juga disertai sanksi tegas. Warga mengusulkan penerapan denda hingga sanksi sosial bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan sebagai langkah efek jera.
Di sisi lain, warga juga menilai bahwa pendekatan struktural saja tidak cukup. Peran pemerintah desa dan komunitas lokal dinilai krusial untuk membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan danau. Tanpa itu, kebijakan seketat apa pun berpotensi tidak efektif.
Lonjakan volume sampah dalam waktu singkat menjadi indikator bahwa persoalan ini tidak bisa lagi ditunda. Tanpa intervensi cepat dan kebijakan yang jelas, Danau Galela terancam kehilangan fungsi utamanya, bukan hanya sebagai sumber air, tetapi juga sebagai penopang kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Di tengah ancaman itu, satu pertanyaan mengemuka, seberapa lama lagi danau ini mampu bertahan sebelum benar-benar tercemar?. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!