Aksandri mengakui, pilihan kata dalam pesan tersebut dipicu oleh emosi sesaat setelah menerima kritik internal. Ia menyatakan penyesalan atas dampak yang ditimbulkan.
“Saya dari lubuk hati terdalam memohon maaf atas kegaduhan ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial, terutama yang belum utuh konteksnya.
Menurut dia, kondisi sosial di Halmahera Utara saat ini menuntut kehati-hatian semua pihak dalam menyampaikan maupun menyikapi informasi.
“Kami sudah hidup rukun selama puluhan tahun. Kebersamaan ini harus dijaga,” kata Aksandri.
Peristiwa ini menambah daftar dinamika sosial di Halmahera Utara, sekaligus menunjukkan bagaimana komunikasi privat dapat dengan cepat berubah menjadi isu publik di tengah situasi yang sensitif. (*RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!