Di Desa Nunu, Wayo, dan Talo, geliat pembangunan mulai terasa. Aktivitas konstruksi berjalan, membawa harapan baru bagi warga yang selama ini bergantung pada sistem ekonomi yang terbatas. Koperasi diharapkan menjadi ruang bersama, tempat masyarakat mengelola potensi, memperkuat usaha, dan membuka akses ekonomi yang lebih luas.
Meski demikian, jalan menuju target 71 titik KMP belum sepenuhnya mulus. Masih ada sekitar 42 lokasi yang terkendala ketersediaan lahan. Pemerintah daerah pun terus menjalin komunikasi dengan pemerintah desa agar proses penyediaan lahan dapat segera dituntaskan.
“Koordinasi terus kami lakukan agar desa-desa yang belum siap bisa segera menyediakan lahannya,” kata Haruna.
Bagi pemerintah daerah, koperasi bukan sekadar bangunan. Lebih dari itu, ia diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Dengan pendampingan profesional, koperasi diharapkan mampu tumbuh sehat dan mandiri.
Di Pulau Taliabu, pembangunan koperasi menjadi cermin upaya menghadirkan kesejahteraan dari pinggiran. Sebuah ikhtiar agar desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang menggerakkan perubahan. (RHM/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!