Polemik Rujukan Pasien Moti Memanas, Warga Kritik Dinkes Ternate: SISRUTE Tak Bisa Bawa Pasien ke RS Tanpa Ambulans Laut

Salah satu yang disebut secara eksplisit adalah transportasi medis. Bahkan dalam Pasal 19 regulasi tersebut, pemerintah pusat dan pemerintah daerah disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab menyediakan sarana pendukung sistem rujukan, termasuk transportasi pasien.

Karena itu, ia menilai pendekatan yang hanya menyoroti penerapan SISRUTE di puskesmas menunjukkan kekeliruan dalam memahami persoalan rujukan pasien di wilayah kepulauan.

“Yang dibutuhkan masyarakat Pulau Moti, Hiri, dan Batang Dua bukan sekadar sistem administrasi rujukan yang baik. Mereka membutuhkan jaminan bahwa ada ambulans laut yang siap membawa pasien secara cepat, aman, dan tepat waktu,” kata Muis.

Tenaga Kesehatan Pulau Terjepit

Dalam kondisi tertentu, lanjutnya, tenaga kesehatan di pulau sering berada dalam situasi sulit. Mereka harus mengambil keputusan cepat untuk menyelamatkan pasien, sementara fasilitas transportasi medis tidak selalu tersedia.

BACA JUGA  Abu Vulkanik dan Repotnya jadi Wartawan Pemula

Dalam situasi seperti itu, penggunaan pajeko bukanlah pilihan ideal. “Itu adalah pilihan terakhir ketika sistem yang seharusnya tersedia tidak berfungsi,” ujarnya.

Menurut Muis, kondisi tersebut seharusnya mendorong evaluasi serius terhadap implementasi sistem rujukan kesehatan di wilayah kepulauan Kota Ternate.

Jika transportasi medis yang layak belum tersedia, teguran administratif terhadap tenaga kesehatan hanya akan menjadi formalitas birokrasi yang tidak menyentuh akar persoalan.

BACA JUGA  Di Tahun 2020, Kejari Halsel Amankan Aset Pemda Bernilai Ratusan Miliar Rupiah

Warga Pulau Tuntut Kesetaraan Layanan

Muis menegaskan bahwa masyarakat kepulauan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Sistem rujukan, menurutnya, tidak boleh berhenti pada aspek administratif. “Sistem itu harus benar-benar menjadi jaminan keselamatan pasien,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa perdebatan soal SISRUTE tidak boleh menutup fakta bahwa transportasi medis di wilayah kepulauan masih menjadi persoalan krusial.

“Masyarakat pulau tidak membutuhkan sekadar sistem rujukan di layar aplikasi. Mereka membutuhkan jaminan nyata bahwa ketika kondisi darurat terjadi, ada ambulans laut yang siap membawa mereka menuju rumah sakit dengan cepat dan aman,” tandasnya. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah