Pemerintah provinsi juga membangun fasilitas pendukung seperti pabrik es berkapasitas lima ton di Desa Bajo, Kecamatan Sanana Utara, guna menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan.
Selain itu, Pemprov Maluku Utara juga mendorong implementasi program Kampung Nelayan Merah Putih di sejumlah titik di Kepulauan Sula.
Menurut Fauzi, program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi nelayan melalui penyediaan sarana produksi, fasilitas pasca panen, hingga akses pasar yang lebih luas.
“Program ini bertujuan memastikan hasil tangkapan nelayan bisa ditangani dengan baik melalui infrastruktur yang dibangun pemerintah,” ujarnya.
Saat ini, salah satu lokasi Kampung Nelayan Merah Putih telah direalisasikan di Desa Bajo. Pemerintah berharap fasilitas tersebut dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi nelayan sekaligus meningkatkan kualitas rantai pasok perikanan di wilayah Kepulauan Sula.
Dengan adanya cold storage, pabrik es, dan penguatan kelembagaan nelayan, pemerintah daerah menargetkan harga ikan di tingkat nelayan bisa meningkat dan tidak lagi terlalu bergantung pada tengkulak.
“Alhamdulillah satu titik sudah dibangun di Desa Bajo. Semoga dengan program ini posisi tawar nelayan bisa jauh lebih baik ke depan,” kata Fauzi.
Dalam jangka panjang, penguatan infrastruktur perikanan dinilai penting agar produksi ikan yang melimpah di Kepulauan Sula dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!