Weda, Maluku Utara – Kebakaran hebat melanda kompleks kos-kosan di Desa Lelilef Waibulan, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Tiga bangunan kos dengan puluhan kamar hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi Jumat malam (6/3/2026).
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIT. Api diduga berasal dari salah satu kamar di lantai dua kos milik warga bernama Isnadi (51), tepatnya kamar nomor 23.
Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke bagian plafon bangunan. Kobaran api kemudian merambat ke dua bangunan kos lain yang berada berdekatan.
Salah satu saksi, Suaib (33), karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), mengaku pertama kali mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan warga sekitar pukul 23.30 WIT. “Saya mendengar orang berteriak kebakaran, kemudian keluar kamar dan melihat api sudah menyala dari lantai dua kamar nomor 23,” ujarnya.
Saksi lain, M. Iksan Hasan (53), mengatakan sempat melihat kobaran api dari bangunan kos bertingkat saat sedang melakukan panggilan telepon. Ia kemudian segera menghubungi pihak eksternal PT IWIP untuk meminta bantuan mobil pemadam kebakaran.
Sementara itu, Heriyanto (25) menyebut api dengan cepat menjalar melalui bagian plafon bangunan sehingga membuat para penghuni panik dan berhamburan keluar menyelamatkan diri.
“Api sudah menjalar dari kamar nomor 23 ke bagian plafon. Penghuni langsung panik dan berlari keluar sambil berteriak memperingatkan yang lain,” katanya.
Penghuni kos lainnya, Riswan Hamid (37), mengaku terbangun dari tidur karena mendengar kepanikan para penghuni. Ia melihat cahaya api dari celah dinding kamar sebelum akhirnya keluar melalui tangga untuk menyelamatkan diri.
Akibat kejadian tersebut, dua orang penghuni kos mengalami luka-luka. Korban bernama Tahlan (38), karyawan PT IWIP, mengalami luka bakar pada bagian lengan kiri. Sementara korban lainnya, Roni (28), juga karyawan PT IWIP, mengalami luka lecet pada jari tangan kiri.
Kebakaran itu menghanguskan tiga bangunan kos milik warga. Yakni kos milik Isnadi dengan sekitar 28 kamar, kos milik Salima Fuja (48) dengan sekitar 12 kamar, serta kos milik Syafruddin Fataha (52) dengan sekitar 6 kamar.
Selain bangunan kos, tiga unit sepeda motor milik penghuni juga dilaporkan ikut terbakar.
Kapolsek Subsektor Lelilef, IPDA A.R. Jauhati, mengatakan kerugian materiil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. “Kerugian kurang lebih mencapai Rp 2 miliar,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik dari kamar nomor 23 di lantai dua bangunan kos milik Isnadi. “Api berawal dari kamar nomor 23 di lantai dua menurut keterangan saksi,” pungkasnya. (RJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!