Sofifi, Maluku Utara – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmennya mempercepat transformasi pemerintahan digital melalui optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada 2026. Langkah awal dilakukan dengan melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna mempelajari implementasi SPBE yang sukses meraih skor 4,7 dari 5.
Saat ini, skor SPBE Pemerintah Provinsi Maluku Utara masih berada di angka 3,6. Karena itu, studi tiru ke Jawa Timur menjadi strategi percepatan untuk mengejar ketertinggalan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital.
“Pada 2026 ini SPBE atau pemerintahan digital akan kita maksimalkan. Kita belajar dari Jatim karena mereka sudah sangat siap, baik dari sisi sistem maupun regulasi pendukungnya,” ujar Sherly, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, penguatan transformasi digital membutuhkan dukungan regulasi yang komprehensif, mulai dari Surat Keputusan (SK) Gubernur hingga Peraturan Gubernur (Pergub). Kelengkapan regulasi tersebut menjadi salah satu faktor utama tingginya capaian SPBE di Jawa Timur.
Tak hanya fokus pada digitalisasi pemerintahan, Sherly juga mempelajari pengelolaan pendidikan vokasi di Jawa Timur sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Maluku Utara. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sistem pembinaan di SMKN 4 Malang yang dikenal berhasil mencetak lulusan berkiprah di industri kreatif global, termasuk sebagai desainer film di platform streaming internasional.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara pun berencana mengirim siswa daerah untuk menimba ilmu di sekolah tersebut, sekaligus menjajaki peluang menghadirkan sekolah vokasi unggulan serupa di Maluku Utara.
Transformasi digital pemerintahan dan penguatan pendidikan vokasi ini diharapkan menjadi fondasi percepatan pembangunan daerah serta peningkatan daya saing generasi muda Maluku Utara di era ekonomi digital. (*RS)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!