Menurutnya, minyak tanah merupakan kebutuhan dasar yang vital bagi masyarakat.
“Untuk memasak saja susah, jadi terpaksa pakai kayu bakar. Sudah hampir seminggu ini saya belum bisa berjualan karena harus cari minyak tanah. Ada yang bilang ada yang jual, tapi harganya sampai Rp15 ribu per liter,” ujarnya.
Ia berharap Pemda Pulau Morotai segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan tersebut.
Menanggapi keluhan warga, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Morotai, Ramlan Drakel, memastikan bahwa pasokan minyak tanah dijadwalkan masuk ke Morotai pada hari yang sama. “Rencananya hari ini masuk. Kemungkinan sore,” kata Ramlan.
Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi disebabkan oleh pengangkutan minyak tanah dari Sorong ke Tobelo, Halmahera Utara, yang mengalami keterlambatan sehingga berdampak pada pengiriman ke Morotai. “Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina. Keterlambatan terjadi karena pengiriman dari Sorong ke Tobelo terlambat,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pasokan minyak tanah akan segera tiba dengan jumlah sekitar 70 ton pada pengiriman tahap pertama. “Insyaallah hari ini sudah masuk. Kami minta masyarakat tetap bersabar,” pungkasnya. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!