Ternate, Maluku Utara – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate pada tahun anggaran 2025 yang hanya mencapai 80,15 persen dari target Rp 161,6 miliar menuai sorotan dari kalangan akademisi.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. Muammil Sun’an, menilai capaian tersebut mencerminkan lemahnya kinerja pemerintah daerah dalam mengelola sumber-sumber pendapatan.
Muammil menegaskan, PAD merupakan indikator utama kemandirian fiskal daerah sekaligus cerminan kemampuan pemerintah daerah dalam mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah pusat. Karena itu, optimalisasi seluruh potensi penerimaan daerah menjadi keharusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak tercapainya target PAD menunjukkan kegagalan Pemerintah Kota Ternate dalam mengelola sumber-sumber penerimaan secara optimal. Tinggi rendahnya PAD sangat ditentukan oleh kinerja pemerintah daerah,” ujar Muammil saat dihubungi Haliyora.id, Senin (5/1/2025).
Ia menambahkan, di tengah kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, daerah dituntut lebih agresif dan inovatif dalam meningkatkan PAD melalui pengelolaan yang efektif dan efisien. Namun, realisasi PAD Kota Ternate yang masih berada di angka 80,15 persen dinilai menunjukkan kinerja Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) serta organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil PAD belum maksimal.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









