Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Ternate selama ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah seperti Halmahera Timur dan Halmahera Barat, serta beberapa daerah di luar Provinsi Maluku Utara. Namun ke depan, kerja sama dengan daerah tetangga di dalam provinsi akan lebih diprioritaskan.
“Apa yang kurang di Ternate sebenarnya bisa dipenuhi oleh kabupaten/kota di Maluku Utara. Dengan begitu, manfaat ekonomi bisa dirasakan bersama, tidak hanya oleh daerah di luar provinsi,” jelasnya.
Menurut Tauhid, kolaborasi antardaerah penting untuk menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan bahan pokok, sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi Maluku Utara secara kolektif.
Selain kolaborasi regional, Tauhid juga menyampaikan rencana kerja sama pada level nasional. Pada rapat kerja Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun depan, Pemerintah Kota Ternate berencana menggandeng Kota Tidore Kepulauan agar sebagian kegiatan nasional dapat diselenggarakan di Tidore. “Kami ingin agar manfaat ekonomi dari kegiatan nasional bisa dirasakan bersama. Ternate tidak ingin berjalan sendiri,” katanya.
Ia mencontohkan, selama ini Kota Ternate kerap memperoleh dampak ekonomi dari berbagai agenda nasional yang diselenggarakan di daerah lain di Maluku Utara, seperti Sail Tidore, Hari Nusantara, hingga STQ Nasional di Sofifi.
“Keuntungan ekonomi itu perlu dibagi agar tercipta kolaborasi yang adil dan saling menguatkan antar daerah,” pungkasnya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!