Gubernur juga mengingatkan masyarakat yang berminat untuk mendapatkan kaki palsu agar mendaftar. Para calon penerima datang dari berbagai daerah, antara lain Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Halmahera Barat (Halbar), dan Halmahera Selatan (Halsel), dan mereka didatangkan langsung oleh Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara. “Biaya seluruh kegiatan ini ditanggung oleh Balai Kementerian Sosial,” ungkapnya.
Kepala Dinas Sosial Maluku Utara, Zen Kasim, menambahkan bahwa proses pembuatan kaki palsu ini memakan waktu kurang lebih satu bulan. Tim dari Jawa Barat terlibat dalam pengukuran dan pemasangan, sementara mereka tidak dapat hadir karena berbagai kendala akan tetap diakomodasi. “Kami menghimbau seluruh masyarakat Maluku Utara yang ingin memasang kaki palsu untuk bisa mendaftar melalui ling reaksi cepat Dinsos Malut yang sudah tersedia, dan program ini masih berlaku di tahun 2026,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, Gubernur Sherly Tjoanda tidak hanya memberikan alat bantu fisik, tetapi juga mengembalikan semangat dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga setiap langkah yang diambil memudahkan mereka untuk meraih impian dan hidup yang lebih baik. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!