Sofifi, Maluku Utara – Saat ini, masyarakat Indonesia tengah berduka akibat bencana rob yang menimpa tiga provinsi di Indonesia dan merenggut nyawa ribuan orang. Menyikapi situasi darurat ini, Pemerintah Provinsi melakukan persiapan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terjadi di Maluku Utara.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk menghadapi cuaca buruk yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini.
“Koordinasi ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), TNI, dan Polri, dalam bentuk pelatihan khusus. Hari ini berlangsung di Korem dan besok akan dilanjutkan di Kabupaten Halmahera Tengah,” jelas Sarbin di Hotel Crisan Ternate pada Senin (08/12/2025).
Sarbin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menghadapi potensi bencana. “Jika terjadi bencana, pemerintah harus hadir lebih awal dan cepat dibandingkan komunitas lain,” tegasnya.
Terkait eksploitasi hutan yang semakin masif di pulau-pulau Halmahera untuk sektor pertambangan, Sarbin menyatakan bahwa pencemaran lingkungan bukanlah hal baru. Pemerintah kini tengah melakukan audit lingkungan yang mencakup wilayah tambang yang ada. “Ini perlu menjadi perhatian pemerintah pusat agar tidak lagi mengeluarkan izin, karena luas wilayah kita dengan luas laut relatif lebih besar. Banyaknya izin tambang mengancam keseimbangan lingkungan dan dapat memicu bencana di masa depan,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!