Labuha, Maluku Utara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi.
Peringatan ini merujuk pada informasi prakiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate yang menyebutkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah Maluku Utara.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi udara dan laut. Berdasarkan prakiraan gelombang BMKG per 3 Desember, tinggi gelombang di perairan Maluku Utara berada pada kisaran 0,25 hingga 1,5 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BPBD Halsel, Aswin Adam, menegaskan perlunya kesiapsiagaan dari semua pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah desa, maupun masyarakat. Ia menyebut cuaca ekstrem dapat menimbulkan hujan lebat, banjir, angin kencang, gelombang tinggi, hingga longsor yang berpotensi menghambat aktivitas ekonomi khususnya sektor logistik, pelayaran, dan rantai pasok antarpulau.
“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan gelombang di perairan Maluku Utara. Masyarakat, terutama nelayan, perlu mewaspadai risiko gelombang tinggi yang bisa datang tiba-tiba serta penurunan jarak pandang yang dapat mengancam keselamatan pelayaran,” ujarnya, Rabu malam (3/12/2025).
Halaman : 1 2 Selanjutnya









