Selain itu, Sarbin menekankan pentingnya kesiapan logistik tanggap darurat, mulai dari alat berat, kendaraan evakuasi, tangki air, material penanganan banjir, hingga SDM terlatih.
“PU harus melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah yang harus ditempuh saat terjadi bencana, terutama di wilayah rawan bencana,” tambahnya.
Ketua panitia kegiatan, M. Saleh, yang juga Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, menjelaskan bahwa peringatan Hari PU ke-80 telah diisi dengan berbagai acara, termasuk jalan sehat dan kegiatan donasi yang dipusatkan di Sofifi. “Semua rangkaian sudah selesai, dan nantinya kami akan laporkan ke Jakarta,” kata Saleh.
Ia juga menyampaikan pesan Menteri PU agar insan PU terus bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam koordinasi program dan penanganan bencana.
Pada tahun ini, seluruh peserta upacara diwajibkan memakai batik sesuai instruksi kementerian, berbeda dari perayaan sebelumnya yang menggunakan pakaian adat. “Semangatnya adalah bekerja lebih cepat, bergerak lebih cepat. Kita harus bekerja lebih keras dan bersinergi,” ujarnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Risman, menyampaikan bahwa momentum Hari PU ke-80 menjadi dorongan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Maluku Utara. “Kami akan terus mendorong agar akses infrastruktur dapat dinikmati masyarakat. Ini selaras dengan visi misi Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe agar Maluku Utara bangkit dari ketertinggalan,” jelasnya.
Peringatan Hari PU ke-80 di Maluku Utara berlangsung khidmat dan penuh semangat, menegaskan komitmen pemerintah daerah dan insan PU dalam memperkuat pembangunan serta kesiapsiagaan infrastruktur di masa depan. (*RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!