Sofifi, Maluku Utara – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, kembali menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur menjelang tutup tahun anggaran 2025. Meskipun serapan anggaran Pemprov Maluku Utara telah mencapai lebih dari 65 persen, Sarbin mengingatkan bahwa masih ada sejumlah proyek fisik yang terancam tidak selesai tepat waktu.
Meski begitu, ia tak merinci secara gamblang proyek-proyek yang berpotensi tak selesai tepat waktu seperti yang diungkapkan itu.
“Tinggal yang kita kejar saat ini adalah kegiatan fisik yang belum selesai agar segera diselesaikan karena ketersediaan anggarannya ada. Kalau proyek sudah selesai, pasti akan segera dibayar,” ujar Sarbin, Senin (8/12/2025).
Sarbin menyampaikan kekhawatirannya bahwa proyek yang tidak rampung pada 2025 akan membebani anggaran daerah di tahun 2026. Karena itu, beberapa hari terakhir dirinya turun langsung ke lapangan untuk mengecek perkembangan proyek, khususnya yang berada di Sofifi dan Kota Ternate.
“Hari ini saya mengecek proyek dinas PUPR dan Perkim yang ada di Kota Ternate dan Sofifi. Alhamdulillah, proyek Perkim seperti jalan, drainase, dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berjalan cukup bagus. Untuk proyek PUPR, saya baru turun cek siang ini,” tuturnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!