OJK Dorong Transformasi Keuangan Digital yang Aman, Adaptif dan Inklusif

- Editor

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025 yang diselenggarakan OJK berkolaborasi dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), didukung oleh Financial Services Commission (FSC) Korea di Bali, Selasa (2/12/2025).

OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025 yang diselenggarakan OJK berkolaborasi dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), didukung oleh Financial Services Commission (FSC) Korea di Bali, Selasa (2/12/2025).

Haliyora.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan inovasi keuangan digital yang bertanggung jawab melalui pengembangan kerangka tokenisasi aset yang adaptif dan inklusif.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara dalam sambutannya pada pelaksanaan OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025 yang diselenggarakan OJK berkolaborasi dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), didukung oleh Financial Services Commission (FSC) Korea di Bali, Selasa (2/12/2025).

BACA JUGA  Tembakau Turut Andil Sumbang Kenaikan Inflasi Nasional pada November 2024

“Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama strategis antara OJK dan OECD yang telah terjalin erat selama beberapa tahun terakhir melalui dialog kebijakan, kajian, hingga program pengembangan kapasitas seperti secondment pegawai OJK ke OECD dalam topik keuangan berkelanjutan. Kolaborasi ini kini diperluas untuk mencakup sektor keuangan digital, termasuk kecerdasan artifisial dan aset digital,” kata Mirza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, penyelenggaraan bersama forum ini juga merupakan implementasi dari kerja sama dengan FSC Korea yang telah diformalisasi melalui MoU sejak 2016. Adapun dalam pembahasan tersebut mencakup lanskap baru keuangan digital Asia khususnya pada pemanfaatan Distributed Ledger Technology (DLT), tokenisasi, dan mata uang digital bank sentral (CBDC).

BACA JUGA  MPR Minta Menag Batalkan Rencana KUA Dijadikan Pencatatan Nikah Semua Agama

“Perkembangan teknologi, termasuk AI dan tokenisasi, bukan lagi wacana masa depan, melainkan realitas saat ini yang membentuk kembali arsitektur pasar keuangan global,” jelas Mirza.

Berita Terkait

Pimpin PDIP Halmahera Tengah, Asrul Alting Tegaskan Fokus Konsolidasi: Kami Siap Songsong Pemilu Mendatang
1.197 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Terjadi di Maluku Utara
Keppres Terbit, Berikut Biaya Haji 2026
Gubernur, Wagub, dan Ketua DPRD Malut Beda Pandangan Soal Serapan dan Progres Kegiatan OPD
Hilirisasi Kelapa dan Ekspansi Sawah Jadi Program Prioritas Distan Malut 2026
Pemerintah Teken Regulasi Terbaru UMP 2026
Kota Ternate Alami Inflasi Hingga 2,28 Persen
Pemuda Igobula di Halut Gelar Aksi Protes, Tuntut Transparansi Anggaran dan Soroti Sejumlah Masalah di Desa
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 19:28 WIT

Pimpin PDIP Halmahera Tengah, Asrul Alting Tegaskan Fokus Konsolidasi: Kami Siap Songsong Pemilu Mendatang

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:51 WIT

1.197 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Terjadi di Maluku Utara

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:22 WIT

Gubernur, Wagub, dan Ketua DPRD Malut Beda Pandangan Soal Serapan dan Progres Kegiatan OPD

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:51 WIT

Hilirisasi Kelapa dan Ekspansi Sawah Jadi Program Prioritas Distan Malut 2026

Jumat, 5 Desember 2025 - 16:38 WIT

Pemerintah Teken Regulasi Terbaru UMP 2026

Berita Terbaru

error: Konten diproteksi !!