Ia meminta percepatan realisasi anggaran hingga akhir Desember agar program tahun 2026 tidak tertunda. Pemkab juga berencana melakukan proses tender proyek fisik mulai akhir Desember 2025 agar pelaksanaannya dapat berlangsung penuh selama satu tahun.
“Fungsi koordinasi harus dioptimalkan, dan SDM perangkat daerah perlu ditingkatkan agar realisasi belanja modal serta barang dan jasa bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Wabup merinci sejumlah program besar prioritas daerah tahun 2026, antara lain, insentif ibu hamil dan menyusui sebanyak 3.335 orang dengan anggaran Rp 23,6 miliar. Insentif 3.257 orang lansia, Rp 19,5 miliar, insentif 1.823 orang janda, Rp 10,9 miliar, iInsentif 801 anak yatim piatu, Rp 4,8 miliar.
Insentif imam dan pendeta, Rp 9,08 miliar, pembangunan Rumah Layak Huni 183 unit, Rp 47,9 miliar. Rehabilitasi RTLH 1.637 unit, Rp 58,5 miliar, pembangunan dapur sehat Rp 6 miliar, tanggap darurat Rp 311 juta, subsidi token listrik Rp 9 miliar untuk 7.100 KK (450–900 VA).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!