Weda, Maluku Utara – Pembahasan proyek pembangunan jalan Trans Kieraha kembali mencuat. Wakil Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Ahlan Djumadil, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak mempersoalkan rencana pembangunan tersebut. Tapi perlu dipertimbangkan secara matang dengan melihat kondisi nyata masyarakat di kawasan terisolasi, terutama Desa Kulu.
Ahlan menjelaskan, dalam APBD Halteng 2026 nomenklatur saat ini yang tercantum sebagai ruas Kobe–Ekor masih dapat diubah. Pemerintah daerah bersama DPRD terbuka untuk melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat.
“Bayangkan warga Kobe–Kulu, untuk keluar kampung saja mereka harus naik perahu 15 PK hampir satu jam. Setelah itu masih berjalan kaki sekitar dua jam untuk mencapai pemukiman lain. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 Selanjutnya









