Terungkap Data Anak Putus Sekolah di Halmahera Utara Membludak Hingga 8.000, Ini Penyebab

Tobelo, Maluku Utara – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Utara, A.J. Tutupagi, menegaskan bahwa persoalan banyaknya anak yang tercatat sebagai anak putus sekolah (APS/ATS) di sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bukan sepenuhnya karena mereka berhenti sekolah, tetapi lebih disebabkan oleh kelalaian dalam memperbarui dokumen kependudukan, khususnya Kartu Keluarga (KK).

Ditemui usai mengikuti upacara Hari Guru Nasional yang digelar PGRI Halut, Tutupagi menjelaskan bahwa ketidaksesuaian data kerap muncul ketika anak naik jenjang pendidikan namun KK yang digunakan masih dokumen lama.

BACA JUGA  Warga Keluhkan Layanan Puskesmas Salimuli di Halmahera Utara, Begini Penjelasan Kapus

“Ini hanya masalah teknis. Misalnya, anak lulus dari SD ke SMP, tapi KK yang digunakan masih KK saat ia terdaftar di SD. Sistem menilai anak itu tidak melanjutkan pendidikan. Seharusnya orang tua memperbaharui KK di Dukcapil,” jelasnya, Selasa (25/11/2025).

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah

error: Konten diproteksi !!