Sementara, Staf Khusus Menteri Transmigrasi, Enda Dumalayak Allo, juga menyambut positif inisiatif Pemprov Malut tersebut. Ia menilai langkah ini selaras dengan visi Kementerian Transmigrasi yang mendorong kawasan transmigrasi menjadi pusat ekonomi baru.
“Maluku Utara itu indah dan kaya akan sumber daya alam. Karena itu, kegiatan ini sangat berafiliasi dengan konsep kementerian untuk menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat ekonomi baru,” ujar Enda.
Ia berharap masukan dari ITS Surabaya serta OPD terkait dapat dirumuskan menjadi kebijakan terintegrasi, sehingga Kementerian Transmigrasi dapat berperan aktif dalam pengembangan kawasan Morotai.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan penting untuk memastikan program transmigrasi dan pengembangan wilayah di Morotai berjalan harmonis,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Maluku Utara, Ketua Tim Rencana Teknis Morotai, Staf Ahli Gubernur, para Asisten, pimpinan OPD terkait Malut, serta Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Ambon. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!