Kehadiran para wartawan dari berbagai media di Maluku Utara menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman bersama antara BI dan media. Selain memperluas wawasan tentang sejarah dan fungsi kebanksentralan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan memperkuat peliputan isu-isu ekonomi yang lebih mendalam, akurat, dan berimbang.
“Sebagai jurnalis, pengalaman ini sangat berharga. Kami jadi lebih memahami konteks di balik kebijakan yang selama ini kami liput — tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari dimensi historis dan sosial,” ungkap salah satu wartawan peserta kegiatan.
Selain tur museum, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi santai namun bermakna. Topik yang dibahas mencakup hubungan strategis antara BI dan media, pentingnya literasi ekonomi di masyarakat, serta peran media dalam menjaga kestabilan informasi di era digital.
Museum BI, yang dulunya merupakan gedung De Javasche Bank, kini menjadi simbol keterbukaan dan edukasi publik mencerminkan komitmen Bank Indonesia untuk menjangkau masyarakat luas dengan pendekatan historis dan edukatif.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda capacity building, tetapi juga momentum untuk menggugah semangat kolaborasi antara Bank Indonesia dan media massa.
Dengan memahami sejarah, peran, dan tantangan yang dihadapi Bank Indonesia, para wartawan diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi ekonomi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan publik. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!