Ia menyoroti bahwa kondisi PAD Kota Ternate saat ini tidak sebanding dengan potensi ekonomi yang dimiliki. Kota Ternate sebagai pusat jasa dan perputaran ekonomi di Maluku Utara dinilai belum dimaksimalkan secara optimal.
“Padahal, Ternate ini pusat transaksi ekonomi, tapi PAD justru anjlok. Artinya, ada yang salah dalam tata kelola pendapatan kita,” tambahnya.
Zulfikri juga menekankan perlunya inovasi dan langkah konkret dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam menempatkan pejabat yang kompeten dan berkomitmen terhadap peningkatan PAD, terutama dalam momentum rolling jabatan yang akan segera dilakukan.
“Saya melihat Sekwan Aldhy Ali memiliki kepedulian dan pemahaman yang kuat terhadap potensi PAD Kota Ternate. Beliau serius merespons isu anjloknya PAD dan mampu melihat sektor-sektor potensial yang perlu digarap lebih dalam,” jelasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!