Sofifi, Maluku Utara – Wakil Gubernur Sarbin Sehe, menyampaikan kritik tajam mengenai dampak pertambangan di Maluku Utara. Sorotan itu disampaikan Wagub Sarbin Sehe, dalam Rapat Koordinasi Regional Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih (KDKMP), yang dihadiri langsung Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, di Hotel Bela, Ternate, Jumat (3/10/2025).
Sarbin menyampaikan kritik tajam terkait aktivitas pertambangan yang belum memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat. Ia mencatat bahwa meski pertumbuhan ekonomi Maluku Utara menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, masyarakat di sekitar lokasi tambang masih merasakan ketidakadilan dalam distribusi hasilnya. “Pertambangan yang ada di Maluku Utara baru menyentuh mereka yang berdasi, sementara rakyat masih menunggu keadilan pembangunan,” tegas Sarbin.
Pernyataan ini menyoroti kontras antara data ekonomi makro dan realitas kehidupan masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Ia juga mengingatkan, bahwa Maluku Utara bukan hanya terdiri dari Kota Ternate, tetapi juga Kota Tidore Kepulauan serta Sofifi yang menjadi pusat pemerintahan provinsi.
“Ibu Wamen, Maluku Utara terdiri atas delapan kabupaten dan dua kota. Alhamdulillah, hari ini pusat pemerintahan kami berada di Sofifi, hanya 40 menit menyeberang dari Ternate. Jika ada kesempatan, silahkan berkunjung,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!