Material longsor yang menutup akses jalan terdiri dari tanah, batu serta batang pohon. Setelah meninjau lokasi, Jamian menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada penanganan serius dari Pemkot Ternate.
“Kejadian banjir bandang di Togafo tidak mendapat perhatian serius dari Pemkot, karena kejadian jam 17.30 WIT kemarin hingga sekarang belum ditangani dengan baik,” ungkapnya.
Menurut Jamian, akibat lambatnya penanganan dari Pemkot Ternate, warga setempat merasa kesal karena akses jalan masih belum dapat dilalui. “Keluhuran warga terkait permasalahan ini menunjukkan bahwa Pemkot dianggap lambat dalam menangani kejadian ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jamian juga menyebutkan bahwa di lokasi sudah ada pihak Balai Jalan Nasional, namun mereka terkendala dengan truk tronton untuk mengangkut alat berat, karena semua truk yang mereka miliki berada di Pulau Halmahera. “Seharusnya Pemkot Ternate, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), memiliki tronton yang bisa memuat eskavator untuk mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini agar cepat tertangani,” tutupnya. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!