Terkait skema pembiayaan, Sherly mengatakan bahwa Pemprov hanya fokus membuka ruas jalan dan sirtu saja, sedangkan untuk kegiatan pengaspalan dilakukan oleh Kementerian PUPR. Adapun biaya pengaspalan ini diperkirakan menelan anggaran Rp 1 triliun rupiah.
Terbaru, dalam pernyataannya, Gubernur Sherly menyatakan bahwa proyek pembangunan jalan Trans Kie Raha ini porosnya dimulai dari Ekor menuju Subaim, Halmahera Timur dan selanjutnya ke Kobe, Halmahera Tengah. Proyek pembukaan ruas jalan ini sebagian besar akan ditangani oleh pemerintah provinsi.
Ia juga menjelaskan bahwa sepanjang 8 kilometer jalan tersebut sebelumnya telah dikerjakan oleh pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dari Ekor menuju ke Kobe.
“Untuk itu, Pemprov Malut akan memulai pekerjaan di kilometer 9, dengan jarak sekitar 10 sampai 15 kilometer,” terang Sherly kepada awak media, Selasa (16/9/2025).
Lebih lanjut, Gubernur Sherly menjelaskan bahwa Kabupaten Halmahera Tengah akan melanjutkan pembangunan jalan dari Kobe menuju Ekor, di mana kedua proyek tersebut diharapkan bisa bertemu di tengah.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!