Ibnu, salah satu orator dalam orasinya mengungkapkan kritik tajam terhadap DPR, menekankan bahwa kenaikan tunjangan tersebut adalah tindakan yang sangat berlebihan di tengah krisis yang dialami oleh rakyat.
“Kenaikan Tunjangan DPR di tengah krisis yang dihadapi oleh masyarakat merupakan tindakan yang tidak memiliki empati terhadap penderitaan rakyat,” ungkapnya dengan tegas di hadapan massa aksi.
Massa aksi juga menyuarakan tuntutannya agar pemerintah pusat segera mewujudkan undang-undang perampasan aset serta akses pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat. “Kami meminta agar pemerintah daerah dapat menyampaikan keresahan kami dan mendesak agar pemerintah pusat dapat mengesahkan Undang Undang Perampasan Aset, serta wujudkan pendidikan gratis dan kesehatan gratis, dan menolak kenaikan tunjangan DPR,” desak massa aksi.
Setelah beberapa jam menyuarakan aspirasi, massa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 14.30 WIT. (RAF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!