Di sisi lain, Distan Malut juga berencana untuk mengembangkan produksi hortikultura, terutama komoditas cabai rawit dan tomat, di lima kabupaten/kota pada tahun anggaran 2025. Daerah yang menjadi prioritas pengembangan hortikultura adalah Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Kota Tidore Kepulauan, dan Kota Ternate.
“Kenapa Kota Tidore dan Kota Ternate dipilih? Karena tanaman hortikultura pada umumnya membutuhkan lahan yang lebih sempit dan akses pasar yang lebih besar, dan Ternate memiliki potensi tersebut,” jelasnya.
Meski belum mengungkapkan luas lahan hortikultura yang akan dikembangkan, Anwar berharap dengan adanya program ini, ketersediaan pangan lokal dapat meningkat dan turut berkontribusi dalam menekan inflasi di Malut.
“Insya Allah, dengan program ini, komoditas kita bisa membantu menekan inflasi di Malut” tutupnya. (RFJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!