Anwar juga mengungkapkan bahwa BWS melakukan inovasi dengan membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air pertanian. Langkah ini sangat membantu, terutama bagi daerah yang sulit dijangkau aliran sungai.
“BWS tidak hanya berfokus pada perbaikan jaringan irigasi, tetapi juga melakukan pengeboran sumber air tanah, sehingga tidak hanya bergantung pada sungai, melainkan memanfaatkan potensi air tanah untuk kebun-kebun hortikultura dan tanaman pangan. Ini adalah langkah yang sangat luar biasa,” tambahnya.
Meski demikian, Anwar juga mencatat adanya beberapa keterbatasan, baik dari sisi kewenangan maupun pembiayaan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Namun, dukungan dari BWS memungkinkan penyelesaian masalah teknis dilakukan secara kolaboratif.
“Kami menyadari adanya batasan dalam hal kewenangan dan pembiayaan. Namun, BWS memiliki peran penting dalam membantu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota mengatasi masalah irigasi. Sinergi ini sudah berjalan dengan baik, sehingga petani bisa lebih tenang dalam menghadapi musim tanam,” katanya.
Anwar berharap dengan adanya langkah-langkah antisipatif ini, proses penanaman padi sawah di Maluku Utara pada bulan September nanti dapat berjalan lancar tanpa hambatan terkait ketersediaan air.
“Target kita jelas, musim tanam kali ini harus sukses, karena ini menyangkut ketahanan pangan Malut. Jadi, semua pihak harus bergerak bersama-sama,” tutup Anwar. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!