Gebrakan Gubernur Sherly, Siapkan Kemandirian Pangan di Maluku Utara

Di samping menggenjot produksi beras lokal, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mendorong peternakan ayam petelur. Untuk saat ini harga telur di pasar Maluku Utara bervariasi, terendah yaitu Rp 2.500 per butir, sedangkan tertinggi yaitu Rp 3.000 per butir. Menurut Gubernur, harga ini terbilang mahal jika dibandingkan dengan daerah di Jawa yang hanya Rp 1.500 per butir.

“Untuk itu kita harus bekerja sama dengan pihak swasta dan kampus Universitas Khairun Ternate (Unkhair). Kita memulai secara bertahap sehingga satu dua tahun kita bisa swasembada telur di angka Rp 1.500 sampai Rp 1.800 per butir,” sebutnya.

BACA JUGA  Pertumbuhan 34 Persen Tak Dinikmati Rakyat, Gubernur Malut Usulkan Infrastruktur Rp 2,9 Triliun ke DPR RI

Lalu bagaimana dengan pakan? Gubernur Sherly mengemukakan, Pemprov saat ini memiliki lahan sekitar 2.000 hektar. Lahan itu akan difungsikan dengan menanam tanaman jagung. Hasil produksi jagung ini untuk pakan ternak

“Sehingga harga pakan juga harus stabil. Selain itu, ada juga rica tomat yang harganya kadang-kadang mahal apalagi cuaca yang kurang bagus sudah pasti harganya over suplai. Untuk itu kita akan buat dua penampung di daerah Sofifi dan Ternate, jika produksi lagi banyak maka kita simpan di penampungan dengan kapasitas 500 ton. Kalau tiba-tiba ada kelangkaan maka stoknya bisa kita keluarkan agar harganya tetap stabil,” tambahnya.

BACA JUGA  Gubernur Sherly Rombak 3 Pimpinan OPD, Kadis DKP Masuk Kotak

Sherly juga menyentil terkait dengan harga MBG di Maluku Utara saat ini sebesar Rp 10.000 per porsi. Baginya, angka ini tidak cukup sehingga harus dinaikan.

“Misalnya harganya beras di Jawa Rp 14.000 per liter sedangkan di Maluku Utara Rp 18.000, kemudian harga telur disana Rp 1.500, sementara di Malut Rp 3.000. Jadi tadi saya berbicara dengan kepala BGN karena ada biaya kemahalan harus di tambah lagi sebesar Rp 5.000 apalagi kita merupakan daerah kepulauan, makanya pemerintah daerah akan mengeluarkan indeks kemahalan sehingga itu menjadi alasan agar ada kenaikan,” pungkasnya. (RS/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah