Sofifi, Maluku Utara – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) telah mempersiapkan skema untuk menstabilkan harga pangan di daerah. Gubernur Malut Sherly Tjoanda usai rakor bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Forkopimda, mengatakan untuk bisa memastikan harga dan stok pangan di Maluku Utara terjangkau, strategi Pemprov yaitu memproduksi beras lokal.
Dengan langkah ini maka strategi Pemprov menjemput program swasembada pangan yang dicetuskan Presiden Prabowo bisa tercapai, termasuk juga menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Karena MBG di Maluku Utara itu nilainya Rp 1,6 triliun, untuk itu kita harus menyediakan seluruh pasokan pangan, dan dari nilai Rp 1,6 triliun itu harus bisa dinikmati oleh seluruh petani dan nelayan sebesar 80 persen,” kata Sherly, di Hotel Bela Ternate, Rabu (20/8/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!