Sofifi, Maluku Utara – Hasil panen padi petani di daerah Subaim, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan ini disebabkan oleh pencemaran limbah dari salah satu perusahaan pertambangan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengungkapkan, saat kunjungannya ke daerah Subaim, para petani di daerah tersebut mengeluhkan bahwa hasil panen mereka tak sesuai harapan. Para petani hanya menghasilkan satu ton beras per hektar, bahkan ada yang hasilnya di bawah itu.
“Hal ini terjadi karena adanya limbah tambang yang masuk melalui irigasi para petani, sehingga mencemari lahan pertanian,” ungkap Gubernur Sherly, di Hotel Bela Ternate, Rabu (20/8/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!